Berminat merawat cupang hias? Untuk mendapatkan jenis yang baik, ada beberapa saran untuk itu.
Peliharalah yang masih bakalan (muda). Asalkan tidak cacat, berkelamin jantan, sehat dan lincah. Perhatikan pula warna tubuhnya yang harus cemerlang, warnanya harmonis, merata, baik di tubuh dan siripnya, serta bermental baja.
Menurut pengalaman para pakar, untuk memperoleh bakalan cupang hias yang baik memang tidak sesulit mendapatkan bakalan cupang aduan. Sebab cupang hias lebih mudah dilihat kelebihan fisiknya ketimbang jenis aduan yang kudu dinilai juga gaya bertarungnya, pukulan andalannya dan perilaku lain yang kadang susah ditebak jika tak melihat sendiri. Sementara cupang aduan belum dijamin kualitasnya hanya dengan melihat sosoknya.
Usia cupang bakalan yang ideal untuk dipelihara berkisar 1,5—5 bulan. Di umur itu, harganya lebih murah ketimbang kalau membeli yang dewasa. Lagi pula menyaksikan ia berkembang dan bertumbuh besar, punya keasyikan tersendiri. Saat ini cupang untuk kontes usianya 3—5 bulan dengan kategori yunior.
jenis Cupang hias dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
* Halfmoon (setengah bulan), cupang jenis ini memiliki sirip dan ekor yang lebar dan simetris menyerupai bentuk bulan setengah. Jenis cupang ini pertama kali dibudidaya di Amerika Serikat oleh Peter Goettner pada tahun 1982.
* Crowntail (ekor mahkota) atau serit, cupang jenis ini pertama kali dibudidayakan oleh seorang peternak cupang yang tinggal di daerah Jakarta Timur, pada tahun 1998[rujukan?]. Ciri utamanya adalah sirip dan ekornya yang menyerupai sisir sehingga di namakan serit.
* Double tail (ekor ganda)
* Plakat Halfmoon
* giant (cupang raksasa), cupang jenis ini merupakan hasil perkawinan silang antara cupang biasa dengan cupang alam, cupang jenis ini ukurannya bisa mencapai 12 cm
Mencegah cupang anda sakit
Ikan cupang anda pasti pernah sakit atau akan terserang penyakit. entah itu white spot, virus, cacingan, cendawan dibagian sirip dan yang terparah adalah penyakit perut busung. perhatikan beberapa hal penting yang harus dijaga.
*Air
Perhatikan suhu air agar tetap diantara 26-28'' celcius. disuhu tersebut ikan cupang akan sangat jarang terjangkit penyakit. lalu perhatikan kotoran yang terdapat didasar wadah. sifon kotoran tiap 2hari sekali dan tambahkan air baru. gunakan daun ketapang dan garam demi memaksimalkan kebutuhan cupang anda.
*Pakan
Pakan alami umumnya bukan hasil pengulturan sendiri. melainkan hasil tangkapan dari alam sekitar. dan dipastikan hasil dari tangkapan tersebut akan mendatangkan banyak virus dan bakteri yang tidak dikenali. alangkah baiknya bila hasil tangkapan pakan alami tersebut dibersihkan terlebih dahulu dengan cara di campurkan dengan air baru yang telah diberikan obat-obatan seperti methylene blue, gold 100, elbayu dan anti bakteri lainnya. lalu bersama dengan air tersebut pakan di aerasikan dengan gelembung udara selama beberapa menit. dan selanjutnya proses ini diulang beberapa kali sampai pakan terlepas dari virus-virus. setelah itu pakan siap disajikan.
*Peralatan
Mungkin anda tidak menyadari kalau peralatan yang digunakan seperti serokan, wadah, toples, dan lain-lain mungkin saja dapat menularkan penyakit dari cupang yang pernah terjangkit virus terkontaminasi terhadap cupang yang tidak terjangkit ketika menggunakan peralatan yang sama. maka ada baiknya dilakukan penjemuran matahari dan perendaman air hangat setiap saat terhadap alat yang ingin anda pergunakan tersebut.


